Infolinks In Text Ads

HAMBATAN DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA

Debridement merupakan cara terbaik untuk melepaskan biofilm

Pertumbuhan mikroorganisme dalam biofilm biasanya resisten terhadap perlawanan eksogen dan endogen yang ada. Matriks Exopolisakarida memberikan dukungan fisika terhadap mekanisme fagositotis dan mekanisme pembasmian intraceluler lainnya seperti penggunaan anitseptik dan antimicrobial. Mikroorganisme yang hidup di dalam biofilm memiliki resistensi 1000 kali lipat dibanding tanpa adanya “mantel” biofilm.

Apakah debridement dengan maggot efektif untuk melepaskan biofilm pada pasien yang tidak bisa mentoleransi sharp debridement?

Penelitian terkini menunjukkan bahwa sekresi dari maggot efektif terhadap biofilm dari S Aureus dan P Aeruginosa (van der Plas et al 2007).


Apa yang dimaksud dengan “critical colonization?”

Istilah critical colonization biasanya digunakan pada luka yang tidak sembuh dan terkolonisasi oleh berbagai jenis bakteri. Istilah ini menekankan bahwa luka berada dalam status “Sub-infection”. Namun kenyataannya luka yang tidak sembuh biasanya karena infeksi disertai adanya biofilm. Oleh karena itu status critical colonization sebaiknya sudah dianggap “terinfeksi” dan harus diperlakukan sebagai luka infeksi.


Mungkinkah melihat biofilm pada luka?

Keberadaan biofilm pada luka dapat dipastikan melalui penggunaan mikroskop seperti mikroskop electron. Namun tekhnik ini tentunya sangat mahal, butuh waktu lama dan belum tentu tersedia di semua tempat. Namun ada asumsi yang menyatakan bahwa mayoritas luka infeksi kronik terkolonisasi disertai biofilm. Beberapa sumber bahkan menunjukkan bahwa sekitar 60 % - 80 % luka akan terselubung dengna biofilm.

Apakah slough merupakan indikator adanya biofilm
Penelitian tentang biofilm masih sementara berlangsung, namun bila anda melihat slough pada luka hal itu menunjukkan kemungkinan adanya biofilm.


Bagaimana peran biofilm dalam menghambat dan memperburuk penyembuhan luka.

Ada beberapa faktor namun yang paling penting adalah bahwa biofilm melepaskan antigen, seperti yang dilakukan oleh bakteri pada umumnya. Antigen ini menstimulasi produksi antibody. Walaupun tubuh telah mengeluarkan antibody, namun tidak mampu melakukan penetrasi terhadap mantel matriks exopolisakarida, sehingga dapat menyebabkan kerusakan lanjut pada jaringan sekitar. Biofilm juga merupakan agen inflammatory dan secara constant menyebabkan inflamasi jaringan melalui pelepasan protease dan reactive oxygen species (ROS) hal ini tentunya membuat proses inflamasi memanjang.

Terapi apa yang tepat untuk mengatasi biofilm?

Biofilm dapat terbentuk dari satu jenis spesies bakteri (mis; staphylococcus epidermidis yang bisa membentuk biofilm pada daerah kateter intravena) atau multi spesies bakteri (seperti pada luka kronis).  Biasanya bakteri pada biofim sulit untuk dilepaskan dan resisten terhadap intervensi mekanik dan kimiawai. Pilihan terapi untuk biofilm saat ini adalah debridement, pilihan lain adalah menggunakan silver dressing yang juga menunjukkan  efektifitasnya dalam mengganggu integritas biofilm.


Balutan apa yang paling tepat digunakan apabila biofilm telah didebridemen

Ketika jaringan nekrotik telah didebridemen, balutan apapun bisa digunakan sepanjang itu sesuai tipe dan lokasi luka termasuk kondisi pasien. Namun manakala pasien mengalami defisiensi imunitas, sebaiknya  menggunakan antimicrobial, antiseptic atau antibiotic untuk mencegah berulangnya pembentukan biofilm, sebab meskipun kolonisasi bakteri telah diinterupsi melalui proses debridement, beberapa bakteri masih bisa bertahan pada dasar luka.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pembentukan biofilm

Sama dengan berbagai jenis infeksi, proses pembentukan biofilm tergantung beberapa  factor termsuk diantaranya tipe organism, keadaan luka, dan status kesehatan pasien. Namun telah diketahui bahwa proses pembentukan biofilm dapat berlangsung hanya dalam beberapa jam.

0 comments:

Posting Komentar